1. Konsep
dan Tujuan Industrialisasi
Industri adalah bidang matapencaharian yang menggunakan ketrampilan dan
ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di
bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka
industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha
mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah
pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah.
Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi,
budaya dan politik.
Awal konsep industrialisasi revolusi industry abad 18 di Inggris adalah dalam
pemintalan dan produksi kapas yang menciptakan spesialisasi
produksi.selanjutnya penemuan baru pada pengolahan besi dan mesin uap sehingga
mendorong inovasi baja,dan begitu seterusnya,inovasi-inovasi bar uterus
bermunculan.industri merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk
menjamin pertumbuhan ekonomi.
Tujuan industrialisasi itu sendiri adalah untuk memajukan sumber daya alam yang
dimiliki oleh setiap Negara,dengan didukung oleh sumber daya manusia yang
berkualitas,dengan industrialisasi ini maka,Negara berkembanga yang mampu
memanfaatkannya dengan baik,maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Negara
tersebut.
2. Faktor-faktor
Pendorong Industrialisasi
Faktor-faktor pendorong industrialisasi itu sendiri adalah :
a. kemampuan teknologi dan inovasi
b. laju pertumbuhan pendapatan nasional per-kapita
c. kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri
d. besar pangsa pasar DN yang ditentukan tingkat pendapatan dan jumlah penduduk
e. ciri industrialisasi yaitu cara pelaksanaan industrialisasi seperti tahap
implementasi
f. keberasaan SDA(sumber daya alam)
g. kebijakan atau strategi pemerintah
3. Permasalahan
Industrialisasi
Kendala bagi pertumbuhan industri di dalam negeri adalah ketergantungan
terhadap bahan baku serta komponen impor. Mesin-mesin produksi yang sudah tua
juga menjadi hambatan bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi.
Permasalahan-permasalahan tersebut telah menurunkan daya saing industri dalam
negeri. Kementerian Perindustrian telah mengidentifikasinya. Responsnya adalah
dibuat Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.
Namun, fakta di lapangan jauh dari harapan. Regulasi pemerintah pusat tak
seiring dengan regulasi pemerintah daerah. Bahkan, di antara kementerian teknis
bukan kebijakan sendiri-sendiri.Tahun 2010-2014, Kementerian Perindustrian
menargetkan pertumbuhan industri nonmigas 8,95 persen dan kontribusi industri
pengolahan terhadap produk domestik bruto 24,67 persen. Ditargetkan total
investasi 2010-2014 mencapai Rp 735,9 triliun.
Untuk mencapai target itu, Kementerian Perindustrian membuat kerangka
pembangunan industri nasional. Kerangka itu yang akan menjadi acuan untuk
membangkitkan industri agar siap menghadapi perdagangan bebas dan ASEAN
Economic Community.
Agar siap menghadapi itu semua, menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia
(Apindo) Anton Supit, peningkatan daya saing menjadi kunci utama. Leadership,
mulai dari presiden hingga pejabat pemerintah lainnya, yang mau mengenakan
produk dalam negeri juga tidak boleh diabaikan.
4. Strategi
Pembangunan Sektor Industri
Tujuan pembangunan industri nasional baik jangka menengah maupun jangka panjang
ditujukan untuk mengatasipermasalahan dan kelemahan baik di sektor industri
maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional, yaitu:
(1) Meningkatkan penyerapan tenaga kerja industri;
(2) Meningkatkan ekspor Indonesia dan pember-dayaan pasar dalam negeri;
(3) Memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian;
(4) Mendukung perkembangan sector infrastruktur;
(5) Meningkatkan kemampuan teknologi;
(6) Meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk
(7) Meningkatkan penyebaran industri.
Kesimpulan
Menurut
saya kebijakan dalam pembangunan industrimanufaktur diarahkan untuk menjawab
tantangan globalisasi ekonomi dunia serta mampu mengantisipasi perkembangan
perubahan lingkungan yang sangat cepat. Persaingan internasional merupakan
suatu cara baru
bagi semua negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga fokus dari strategi
pembangunan industri di masa depan adalah membangun daya saing industri
manufaktur yang berkelanjutan di pasar internasional. Untuk itu, strategi
pembangunan industri manufaktur ke depan dengan memperhatikan kecenderungan
pemikiran terbaru yang berkembang saat ini, adalah melalui pendekatan klaster
dalam rangka membangun daya saing industri yang kolektif.
PDB: Produk domestik Bruto
r: ramalan, * : angka sementara
Sumber:
1. IMF (International Monetary Funds)
2. Penelitian Deutsche Bank
3. ADB (Asian Development Bank)
4. OANDA (Forex trading and exchange rate service)
5. Badan Pusat Statistik Jerman
Neraca Pembayaran Dan Tingkat Ketergantungan Pada Modal Asing
A. Neraca
Pembayaran
Apakah itu neraca pembayaran (BOP)? Neraca pembayaran adalah
sebuah catatan sistematis dari semua transaksi ekonomi internasional
(perdagangan, investasi, pinjaman) yang terjadi antara penduduk dalam nengeri
pada suatu negara negara dengan penduduk luar negeri selama jangka waktu
tertentu biasanya satu tahun dan biasa dinyatakan dalam dolar AS. Neraca
pembayaran ini sangat berguna karena menununjukan struktur dan komposisi
transaksi ekonomi dan posisi keuangan internasional dari suatu negara dengan
begitu kita bisa mengetahui secara terperinci. Lemabaga keuangan seperti IMF,
bank dunia dan negara-negara donor juga menggunakan pemberi bantuan keuangan
kepada suatu negara.
Rekening neraca pembayaran dalam upaya mengetahui apa yang sedang berlangsung
pada perdagangan internasionla, pemerintah mengawasi transaksi anat negara yang
disusun dalam rekening neraca pembayaran.
Transaksii berjalan (currrent accouunt)
Mencatat transaksi pembayaran yang muncul dari perdangan barang dan jasa serta
dari ppendapatan berupa bunga, keuntungan, dan deviden dari modal yang dimiliki
di satu negara dan di investasikan di negara lain.
Neraca Pembayaran secara Keseluruhan Harus Berimbang
Pada nilai yang berlaku antara dolar dan yen, para pemegang yen ingin membeli
dolar lebih banyak dari para pemegang dolar yang menginginkan yen. Akan tetapi,
para pemegang yen sesungguhnya tidak dapat membeli lebih banyak dolar dari yang
bisa dijual oleh para pemegang dolar. Disebabkan jumlah dolar yang diminta
melebihi jumlah yang ditawarkan.
Pada penjelasan di atas berlaku kaidah, bila kita menjumlahkan semua
penerimaan, maka semuanya harus sama dengan seluruh pembayaran yang dilakukan
oleh pemegang dolar. Hubungan tersebut dapat dinyatakan dalam persamaan:
C_R+ K_R+ F_R=C_P+ K_P+F_P
Dimana:
C : Transaksi Berjalan
K : Neraca Modal
F : Transaksi pemerintah
P : Pembayaran
R : Penerimaan (
BOP
terdiri atas tiga saldo, yakni saldo neraca transakski berjalan (TB), saldo
neraca modal (CA), dan saldo neraca moneter (MA)
• Neraca Saldo (TB) : jumlah saldo dari neraca perdagangan (NP) yang dimana
mencatat ekspor (X) dan impor (M) barang, yang mencatat X dan M juga terrmasuk
pendapatan royalti dan bunga deposito, dan kiriman uang tenaga kerja indonesia
di luar negeri. Yakni yang mencatat transaksi keuangan internasioannl sepihak
atau tanpa melakukan kegiatan tertentu sebagai kmpensasi dari pihak penerim.
Contohnya seperti mendapat hibah atau bantuan dari luar negeri.
• Neraca modal (CA) : neraca yang mencatat arus modal (K) jangka pendek dan
jangka panjang yang masuk dan keluar. Berbeda dengan pencatatan pada TB dalam
CA , M modal atau arus K masuk dianggap sebagi keuntungan bagi negra yang
bersangkutan, oleh sebab itu dicatat sebagai transaksi kredit (positif)
sedangkan arus kas K keluar (kerugian) dicatat sebagai transaksi debit
(negatif)
• MA atau disebut juga ‘lalu lintas moneter’ yaitu neraca yang mencatat
perubahan cadangan devisa yang masuk dan keluar dari suatu negara dalam suatu
periode tertentu yang dicatat oleh bank centralnya, Sehinggakeluar masuknya
devisa tercatat dengan jelas dan detail. Sedangkan perubahan CD atau saldo
devisa yang diperoleh dari penjumlahan saldo TB dan saldo CA, jadi bukan CD
yang dicatat secara resmi, disebut neraca cadangan (RA). Relasi anatara BOP dan
CD atauu RA dapat disederhanakan dalam bentuk persamaan berikut:
CD = BOP = TB + CA
Transaksi barang dan jasa
• Persamaan penghasilan nasional :
Y = C + I + G + ( X – M )
Keterangan
:
Y = Penghasilan Nasional
C = Pengeluaran Konsumsi
I = Pengeluaran Investasi
G = Pengeluaran Pemerintah
X = Ekspor
M = Impor
( X – M )
merupakan neraca pembayaran (netto). Apabila (X – M) positip berarti ( C + I +
G ) < Y,implikasinya bahwa suatu negara menghasilkan lebih banyak dari yang
digunakan sehingga kelebihan dijual di luar negeri, ( X – M ) bernilai negatip
berarti negara itu pengeluarannya lebih besar dari pada yang dihasilkan.
Transaksi
Modal
Transaksi modal terdiri:
a.Transaksi modal jangka pendek:
- Kredit untuk perdagangan dari negara lain (kredit)
- Kredit perdagangan kepada penduduk negara lain (debet)
- Deposit bank di LN (debet)
- Deposit bank dalam negeri milik penduduk negara lain (kredit)
- Pembelian surat berharga LN jk. pendek (debet)
- Penjualan surat berharga jk. pendek kpd penduduk LN (kredit)
b.Transaksi modal jangka panjang:
- Investasi langsung di luar negeri (transaksi debet )
- Investasi asing di dalam negeri (transaksi kredit ).
- Pembelian surat berharga jk. panjang penduduk LN (debet)
- Pembelian surat berharga jk. panjang DN oleh penduduk LN
(kredit)
Tujuan
Neraca Pembayaran
Untuk memberikan informasi kepada pemerintah tentang posisi keuangan dalam
hubungan ekonomi dengan negara lain serta membantu di dalam pengambilan
kebijaksanaan moneter,fiskal, perdagangan dan pembayaran internasional.
Beberapa
Pengertian “ Balance “ Dalam Suatu Neraca Pembayaran.
Konsep “
balance “ dalam neraca pembayaran mempunyai arti yang berbeda-beda. Pada
dasarnya ada empat pengertian balance :
• Basic
balance
Basic balance terdiri dari balance dalam transaksi sedang berjalan ditambah
transaksi modal jangka panjang. Basic Balence memberikan informasi tentang
perubahan perekonomian terhadap aliran modal jangka pendek
• Balance Transaksi “ Autonomous “.
Balance ini terdiri dari basic balance ditambah dengan aliran modal jangka
pendek.
• Balance Transaksi Pemerintah Jangka Pendek
Neraca pembayaran terdiri dari penjumlahan basic balance, selisih yang
diperhitungkan dan rekening modal jangka pendek. ketidakseimbangan yang timbul
dalam neraca pembayaran diseimbangkan dengan cadangan modal pemerintah serta.
Masalah
Dalam Analisis Neraca Pembayaran
Tujuan
analisis neraca pembayaran sangat berbeda- beda dan perbedaan ini menentukan pola
analisanya. Beberapa masalah atau kekeliruan yang sering timbul dalam analisa
neraca pembayaran antara lain :
A. Seringkali
mengabaikan saling hubungan antara transaksi internasional yang satu dengan
yang
lain, sehingga ketidak seimbangan dalam neraca pembayaran diasosiasikan dengan
satu transaksi saja tanpa melihat hubungannya dengan yang lain
B.
Surplus Transaksi yang sedang berjalan sering dianggap baik, sebaliknya deficit
dianggap jelek.
C. Keputusan
untuk memberi bantuan (Aid) seharusnya lebih didasarkan pada kekuatan ekonomi
negarasecarakeseluruhan.
B. Modal
Definisi modal yang dimiliki oleh negara asing, perseorangan warga negara asing, badan
usaha asing, badan hukum asing, dan atau badan hukum Indonesia yang sebagian
atau seluruh modalnya dimiliki oleh pihak asing.
1. Manfaat bagi negara pemberi dan penerima
Seperti halnya perdagangan internasioonal, mobilisasi K antar negara mempunyai
manfaat bagi pengekspor maupun pengimpor K tersebut.
Manfaat yang dimaksud diatas dapat di jelaskan secara teoritis sebagai berikut,
ada dua negara yakni mempunyai modal yang sangat berrlimpah (Negara A) dan
negara miskin (Negara B) . ada dua buah kurva dengan tingkat pengembaliannya
yang bberbeda atau tingkat keuntungan atas 1 dolar tambahan dinegara A dan B.
Kurva tersebut berlereng menurun yang mencerminkan efisiensi marginal I.
Apabila tidak ada arus K antarnegara, keuntungan di A dan Bmasing-mamsing
adalah sebesar rA dan rB. Dari gambar tersebut jelas terlihat bahwa terdapat
keuntungan global dalam keuntungan I sampai pada akhirnya realokasi dana I
tersebut menyamakan keuntungan di kedua negara.
2.
Pembiayaan defisit tabungan-investasi (S-I Gap)
Bagi negara kita, K asing sangat diperlukan bukan hanya untuk membiayai defisit
TB (M) atau menutupi kekurangan CD, tetapi untuk membiayai I di dalam negeri
(pembentukan modal bruto domestik). Defisit TB paling tidak harus
dikompensasikan dalam jumlah yang sama oleh surplus CA agar CD tidak berkurang.
Berarti semakin besar defisit TB, semakin besar arus K masuk yang diperlukan
untuk menjaga agar CD tidak berkurang. Yang menjadi pertanyaan sekarang ini
adalah mengapa indonesia selama ini tergantung pada K asing untuk membiayai I
di dalam negeri? Dan jawabannya adalah karena dana yang bersumb dari S lebih
kecil daripada kebutuhan dana untuk I (S-I Gap)
3.
Perkembangan arus modal masuk
Data yang dipublikasikan oleh lembaga-lembaga dunia seperti ban dunia, UNIDO
dan UNCTAD menunjukan perkembangan arus I internasional dari DCs ke LDCs sangat
pesat terutama sejak akhir tahun 1980-an. Perkembangan ini ditandai dengan
peningkatan partisipasi dari investor dan lembabga keuangan dari DDCs dipasar
uang/K di lDCs.
Berdasarkan data IMF, dari tahun 1994 hingga krisis ekonomi tahun 1998 arus K
swasta neto (K masuk dikurangi K keluar) total meningkat dari sekitar 160,5 ke
122 miliar dollar AS. Seebagian besar dari arus K swasta tersebut masuk ke
lDCs, namunjumlahnya mengalami penurunan dari 136,6 miliar dolar AS tahun 1994
menjadi 99,5 miiliar dolar AS tahun 1998. penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan IP neto yang cukup besar selama periode tersebut dari 85,0 ke
19,4 miliar dolar AS.
Ukuran komposisi, dan distribusi dari K eksternal yang mengalir ke lDCs
semuanya menglami pergeseran-pergesran yang fundamental dalam tiga dekade
belakangan ini, secara absolut arus K masuk resmi terus mengalami peningkatan
sekama 1970aan hingga 1990aan. Namun secara relatif laju pertumbuhan arus K
masuk yang berasal dari sektor swasta, terutama dalam bantuk kredit dari
bank-bank di negara industri maju (OECD) lebih pesat. Perbedaan dalam laju
pertumbuhan tetrsebut dapat dilihat dari lebih tingginya rasio dari K asing
swasta dibandingkan K asing pemerintah terhadap PDB atau PNB. Jika dibandingkan
dengan negara-negara ASEAN yang lain, arus K asing neto (swasta dan pemerintah)
ke indonesia paling besar, tetapi sejak 1998 yaang keluar lebih besar daripada
masuk.
Berbeda dengn negara seperti cina, korea selatansebagaian besar arus K asing
yang masuk ke indonesia adalah K resmi walaupun porsinya bervariasi antar
tahun. Tentu saja ahal ini menunjukan peran K asing resmi lebih dominan
dibandingkan K swasta sebagai sumber eksternla bagi pembiayaan S-I gap
indonesia.
4. Arus
Modal Resmi
Arus K resmi baik dalam bentuk pinjamana maupun bantuan pembengunan (ODA) dari
negara-negara donor secara individu atau lewat konsorsium sperti IGGI/CGI atau
dari lembaga keuangan dunia seperti IMF dan bak dunia. Tahun 1997 jumlah K
asing resmi yang diterima indonesia tercatat sebesar 1.1 miliar dolar AS, dan
tahun 1998 dan 1999 jumlahnya meningkat hingga 3,3 dan 4,2 miliar dolar AS.
Memang pada saat krisi, indonesia sangat membutuhkan bantuan luar negeri,
terutama karena K asing swasta menurun sangat drastis. Pada saat I asing swasta
mulai lagi ke indonesia, bantuan luar negeri terutama dalam bentuk bantuan
pembangunan dan pinjaman dari IMF menunjukan tren yang menurun. Bagian yang
terpenting dari arus K reesmi yang diterima olehh pemerintah indonesia setipa
tahun adalah bantuan pembangunan dalam bentuk pinjaman dengan bunga sangat
murah dan persyaratan sangat lunak, maupun dalam bentuk hibah. Ketergantunag
pemerintah terhadap bantuan pembangunan dari sumber eksternal berkorelasi
negatif terhadap defisit keuangan pemerintah yang dapat dijelaskan dalam suatu
persaman yang sederhana sebagai berikut.
BPN = G-Ty
Suatu korelasi antara APBN dan saldo TB yang dapat dijelaskan dengan beberapa
persamaan berikut:
Y = C + G + I + X-M
Dimana Y = Pendapatan atau PDB
Berdasarakan
uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa defisit TB mempunyai suatu korelasi yang
kuat dengan arus K asing resmi atau BPN. Hal ini dibuktikan oleh pengalaman
indonesia selama pemetintahan SOEHARTO hingga sekarang.
Data dari menteri keuangan RI untuk periode 1971-2001 menunjukana bahwa bagian
dari bantuan tersebut lebih banyak diguunakan untuk pendanaan proyek-proyek.
Baik dalam persentase dari PBD maupun dari pengeluaran pembangunan dalam APBN,
rasio dari BP yang digunakan untuk membiayai proyek0proyek jauh lebih besar
dibandingkan bagian untuk pembiayaan proogram-program.
C. Utang Luar Negeri
A. Faktor-faktor Penyebab
Salah satu komponen penting dari arus K masuk yang banyak mendapat perhatian
didalam litelatur mengenai pengembangan ekonomi di LDCs adalah ULN. Isu ini
juga menjadi penting bagi indonesia saat ini, sejak krisis ekonomi nyaris
membuat indonesia bangkrut secara finansial karena jumlah ULN nya , terutama
dari swasta sangat besar, ditambaha lagi dengan ketidak mampuan sebagian besar
dari perusahaan-perusahaan dalam negeri untuk membayar kembali ULN mereka.
Tingginya ULN dari banyak LCDs disebabkan oleh faktor-faktor berikut. Defisit
TB, kebutuhan untuk membiayai S-I gap yang negatif, tingkat inflasi yang
tinggi, dan ketidak efisiensinya struktrual didalam perekonomian mereka.
Sejak pemerintahan orde baru hingga saat ini, tingkat ketergantungan indonesia
pada pinjaman luar negeri (ULN) tidak pernah menyurut, bahkan mengalami suatu
akselerasi yang pesat sejak krisis ekonomi, kerena indonesia membuat ULN yang
baru dalam jumlah yang besar dari IMF untuk membiayai proses pemulihan ekonomi.
Ketiga defisit tersebut yang berkaitan satu sama lainnya (Dornbusch,1980) dapat
disederhanakan dalam bentuk beberapa persamaan berikut.
TB = (X-M) + F
Di mana F = transfer internasional atau arus modal masuk neto
S – I =
Sp + Sg – I = (Sp – I ) + ( Ty-G)
Dimana S (tabungan nasional) = Sp (tabungan individu/rumah tangga dan
perusahaan) + Sg (tabungan pemerintah = Ty-G)
Bagusnya jika sebuah negara ttelah mencapai suatu tungkat pembangunan tertentu
atau pada fase terakhir dari proses pe,bangunan, ketergantungan neegara
tersebut terhadap pinjaman luar negeri akan lebih rendah dibandingkan dengan
pperiode pada saat negara itu baru mulai membangun.
B. Perkembangan ULN indonesia
Dalam kasus indonesia, tren perkembangan ULN nya cenderung menunjukan suatu
korelasi positif antara peningkatan PDB dengan peningkatan jumlah ULN, yang
sering disebut growth with indebtedess, indonesia termasuk negara pengutang
besar yang selam periode 1990-1998 pertumbuhan ULN nya rata-rata pertahun di
atas 10 % dan pada tahun 1998 mencapai 151 miliar dolar AS. ULN indonesia
terdiri dari sektor publik (pemerintah9 dan BUMN) dan swasta yang digaransi
maupun tidak oleh pemerintah. Data sementara dari BI menunjukan bahwa higga
kuartal I 2003 jumlah ULN indonesia menccapai 130,1 miliar dolar AS. Angka ini
lebih sedikit rendah dibandingkan jumlah ULN pada kuartal IV dan kuartal I.
Sejak krisis ekonomi pinjaman dari IMF menjadai komponen penting dari ULN
pemerintah yang dapat dikatakan sebagi penyelamat indonesia hingga tidak sampai
mengalami status ‘kebangkrutan’ secara finansial.
Kesimpulan
Neraca
pembayaran suatu negara adalah catatan yang sistematis tentang transaksi
ekonomi internasional antara penduduk negara itu dengan penduduk negara lain
dalam jangka waktu tertentu. Atau NPI adalah suatu catatan yang disusun secara
sistematis tentang seluruh aktivitas ekonomi yang meliputi perdagangan barang/jasa,
transfer keuangan dan moneter antara penduduk (resident) suatu negara dan
penduduk luar negeri (rest of the world) untuk suatu periode waktu tertentu,
biasanya satu tahun. Transaksi ekonomi tersebut diklasifikasikan ke dalam
transaksi berjalan, transaksi modal, dan lalu lintas moneter. Transaksi
berjalan terdiri atas ekspor ataupun impor barang dan jasa, sedangkan transaksi
modal terdiri atas arus modal sektor pemerintah ataupun swasta, baik yang
bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Lalu lintas moneter adalah
perubahan dalam cadangan devisa. Dengan demikian, neraca pembayaran memberikan
gambaran arus penerimaan dan pengeluaran devisa serta perubahan neto cadangan
devisa. Sedangkan menurut Balance of Payments Manual (BPM) yang diterbitkan
oleh IMF (1993), definisi balance of payment (BOP) secara umum dapat diartikan
sebagai berikut.
Balance
of payment (BOP) atau neraca pembayaran internasional adalah suatu catatan yang
disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi yang meliputi
perdagangan barang / jasa, transfer keuangan dan moneter antara penduduk
(resident) suatu negara dan penduduk luar negeri (rest of the world) untuk
suatu periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.
Dari
definisi di atas dapat dikemukakan bahwa BOP (balance of payment) merupakan
suatu catatan sistematis yang disusun berdasarkan suatu sistem akuntansi yang
dikenal sebagai” double-entry bookkeeping” sehingga setiap transaksi
internasional yang terjadi akan tercatat dua kali, yaitu sebagai transaksi
kredit dan sebagai transaksi debit.
Berdasarkan
konvensi yang biasanya digunakan dalam sistem double-entry bookkeeping,
transaksi yang tercatat dalam BOP terdiri atas hal – hal berikut:
1.Credit entries (transaksi kredit).
2.Export of goods and services (ekspor barang dan jasa).
3.Income receivable (penerimaan dari hasil investasi).
4.Offset to real or financial resources provide (transfer).
5.Increases in liabilities.
6.Decreases in financial assets.
7.Debit entries (transaksi debit)
8.Import of goods and services (impor barang dan jasa).
9. Income payable (pembayaran atas hasil investasi).
10.Offset to real or financial resources provide (transfer).
Secara
umum sebagai suatu neraca, Neraca Pembayaran Internasional (NPI) atau Balance
Of Payment (BOP) berguna sebagai berikut :
1.Untuk
membukukan seluruh transaksi ekonomi internasional yang terjadi antara penduduk
dalam negeri dan penduduk luar negeri.
2.Untuk mengetahui struktur dan komposisi transaksi ekonomi internasional suatu
negara.
3.Untuk mengetahui mitra utama suatu negara dalam hubaungan ekonomi
internasional
4.Mengetahui posisi keuangan internasional suatu negara
5.Sebagai salah satu indikator yang akan dipertimbangkan oleh IMF atau negara
donor untuk memberikan bantuan keuangan, terutama negara yang mengalami
kesulitan BOP.
6.Sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara selain tingkat
inflasi, pertumbuhan, GDP, dan sebagainya.
Adapun
jenis – jenis neraca pembayaran internasional yaitu sebagai berikut diantaranya
:
1.Current
account (neraca transaksi berjalan).
2.Balance of trade (neraca perdagangan).
3.Service account (neraca jasa).
4.Unrequited transfer.
5.Unilateral account (neraca transaksi sepihak)
6.Capital account (neraca modal).
7.Cadangan (reserve).
Ada
beberapa transaksi yang mempengaruhi keseimbangan neraca pembayaran
internasional yaitu :
1.Transaksi
Barang dan Jasa.
2.Transaksi Modal.
3.Transaksi Satu Arah.
4.Selisih perhitungan (errors and omission).
5.Lalu lintas Moneter
Tujuan
penyusunan neraca pembayaran ini adalah untuk memberitahukan kepada pemerintah
dan siapa saja yang membutuhkan atau berkepentingan mengenai posisi
internasional dari negara yang bersangkutan secara keseluruhan. Data-data
seperti ini sangat diperlukan bagi penyusunan kebijakan-kebijakan moneter,
fiscal, dan perdagangan. Bagi kalangan swasta, data-data pada neraca
pemabayaran itu juga penting untuk menyusun perencanaan dan strategi bisnis.
Tujuan
analisa neraca pembayaran sangat berbeda-beda dan perbedaan ini menentukkan
pola analisanya. Kesukaraan timbul dalam penentuan secara umum pola analisa
tersebut. Beberapa masalah atau kekeliruan yang sering timbul dalam analisa
neraca pembayaran antara lain :
*
Seringkali mengabaikan saling hubungan anatara transaksi internasional yang
satu dengan yang lain, sehingga ketidaksimbangan dalam neraca pembayaran
diasosiasikan dengan satu transaksi saja tanpa melihat hubungannya dengan yang
lain.
* Surplus dalam transaksi yang sedang berjalan sering dianggap baik, sebaliknya
deficit dianggap jelek. Anggapan semacam ini tidak selalu benar.
* Keputusan untuk memberi bantuan (aid) sehrusnya lebih didasarjan pada
kekuatan ekonomi Negara secara keseluruhan (misalnya diukur dengan penghasilan
per kapita) bukan atas dasar pertimbangan neraca pembayran. Seperti misalnya,
Indonesia mempunyai surplus neraca pembayarannya dan Inggris deficit, tidak
berarti Indonesia memulai memberi bantuan pada Inggris.